Aku tetap bertahan di tempatku berdiri, tetap menyaksikan anak laki-laki penjual kantong plastik di dekat tiang lampu merah yang juga masih berjualan. Bokep Barat Malam semakin larut. Itu cuma dugaanku. “Sudah dapat banyak?”
“Belum. Adakah yang lebih tabah dari aku? Aku yang bisa dikatakan sedikit menggigil memperhatikan mobil, motor, becak, andong, bajaj, hingga truk lalu lalang. Aku selalu senang memperhatikan mesin-mesin yang berjalan angkuh itu. Aku sudah terbiasa seperti ini. Anak laki-laki itu mengangguk saja. Aku sudah terbiasa seperti ini. Atau seorang lelaki berjaket jins yang memayungi seorang perempuan yang jelas-jelas memakai jas hujan. Adakah yang lebih tabah dari aku? Semoga berkah,” ucap anak laki-laki itu sambil menunduk-nundukkan badannya. Perempuan yang mengenakan jas hujan itu masuk, meninggalkan lelaki yang tadi.




















