Ia sering menyapaku dan berbincang bahkan dalam beberapa kesempatan ia pernah meminjam uang padaku.“Ssshhhtt.. Bokeb Akuu mauu…” ucapkan terbata-bata..“Aaaaaarrrggghhhttt….” sebuah lenguhan panjang aku keluarkan seiring bergetarnya tubuhku dan keluarnya cairan cinta dariku yang menandakan aku sudah menggapai orgasmeku..Denny sendiri nampaknya mengerti dengan apa yang aku alami sehingga ia memberi ruang dan menghentikan genjotannya. ohh syukurlah ini bentar lagi yah otw pulang, terima kasih yah mbak.” ucapku di Hp setelah tahu mbak yang menjaga Aldi menunda kepulangannya karena aku belum kunjung pulang.Akhirnya aku membereskan berkas-berkas yang akan dipakai esok harinya setelah itu beranjak meninggalkan Ivana yang sendirian di sana, di kantor yang memang ruangannya sedikit terpisah dari ruangan utama, bahkan punya akses tersendiri di bagian belakang gedung sehingga kami para pegawai biasanya memarkir kendaraan di bagian belakang.Gedung perkantoran pada jam segini memang sudah mulai sepi karena banyak yang juga sudah pulang, jarang banget ada yang lembur dan masih bekerja kecuali sudah sangat kepepet seperti aku dan Ivana tadi.Saat aku berjalan




















