Kini dia telanjang bulat di antara serpihan pakaian mahal yang kusayat-sayat. Kuambil kertas toilet dan membasuhnya dengan air. Bokep STW Kuremas juga susunya yang segar merekah.“Augghhh… Ahhh…” jilatanku kupercepat. Kamu beri satu milyar pun sekarang aku nggak bakalan mau melepaskan punya kamu itu sekarang. Darah di dadanya yang sudah mengering juga kulap dengan hati-hati.“Kamu puas sekarang… bukan begitu ton?” ejeknya di sela tangisnya.Aku terdiam. atau besok mayatmu sudah ditemukan di laut sana… paham?”
“ton.. baajingann.. Kukunci dan kusuruh dia telentang di kasur yang empuk. Di bibir bak, kududukkan dia. Kupandangi wajahnya yang cantik. Dada putih mulus yang montok, tubuh langsing, dan… ups… liang kemaluannya yang merah muda bersembunyi malu-malu di antara paha yang dirapatkannya. dimasukin…” kali ini pisau kutekan lagi.Darah segar mengalir perlahan dari luka yang kuperbesar, walau tidak begitu parah.Dengan berat disertai ketakutan, dipegangnya kemaluanku. Siapa tahu itu hanya akan jadi luka baru baginya.




















