Kemudian aku memberikan beberapa wejangan disertai bungkusan kembang untuk mandi agar bersih dari segala kotoran duniawi. Setelah makan aku istirahat di bangku halaman belakang, Ayu duduk persis disebelahku dan menghimpit badanku.“Mas kok dari tadi tak mempunyai rasa… gimana gitu terhadap wanita…”Wah… ini pertanyaan yang membuatku merinding dan tertantang sebagai seorang laki-laki.“Maksudnya apa?” kataku dengan pura-pura tidak mengerti.Tangannya mulai bertengger diatas pahaku akhirnya kugenggam dengan sedikit mesra. Bokep Tobrut Kami ngobrol ngalor ngidul, lalu sempat aku makan siang. Pantatnya semakin menggoyang maju mundur tanpa kusadari badannya berbalik dan memelukku erat-erat. Dia terlihat begitu berbeda sekali dengan sewaktu sebelum aku terapi. Kami saling berpangutan untuk mengakhiri permainan ini.“Mas aku tidak bisa untuk melupakan mas.”“Kamu sudah aku terapi, kembalilah kepada suamimu mudah-mudahan kamu bahagia dengan momongan yang akan kamu dapatkan” kataku.Dengan berbinar dan meleleh air matanya terlihat rasa sedih dan bahagia.“Aku mohon maaf semoga kamu tidak merasa berdosa dan aku pun demikian”“Tidak mas malah aku berterimakasih banyak, aku telah mendapatkan kebahagiaan yang sejati










