Bu Astrid mendekatiku dan mengalungkan kedua tangannya ke leherku. Hasilnya nihil. Bokeb Placeholder
Pak Supandi, lelaki tua yang tinggal tak jauh dari rumah kami kena stroke. Paham?” ujar Bu Astrid tegas.Aku terdiam sejenak. “Dari dalam? Aku mengetuk pintu cottage.“Masuk saja, tidak dikunci!” terdengar suara Bu Astrid. Aku menatap kakinya yang jenjang. Ia hanya bicara beberapa patah kata bilamana aku terlalu cepat atau terlalu pelan mengemudi.Kami sampai di Malang sebelum tengah hari. Kalau saya perlu keluar, saya akan telepon,” kata bu Astrid.“Baik, bu!”Aku mendapatkan hotel kecil tak jauh dari Santika Kuta Beach. Kulihat aksi Bu Astrid dan lelaki itu terhenti seketika. Hari-hari berjalan seperti biasa, tak banyak yang berubah.Yang sedikit berubah adalah suasana di dalam mobil. Sempurna sekali, bukan?” kata Bu Astrid. Kukulum dan kuhisap habis-habisan puting susu Astrid. Kuberi ia bonus gigitan-gigitan kecil di puting dan sekujur susunya. “Charger saya ketinggalan di mobil. Istriku mengangsurkan secarik kertas bertuliskan nama dan alamat majikan Pak Supandi.Esok paginya aku langsung meluncur ke rumah




















