“Entahlah..” sahutku lirih.Jay bangkit berdiri, menuju ke sudut ruangan dan mengangkat gagang telepon. Kulepaskan kerah bajunya. Bokep Arab Namun kata-kata “bule” itu menambah emosi yang memang sudah terpancing sebelumnya. Dan untuk itu Jay bersedia berkorban, karena hanya dialah yang terdekat dengan Chie, selain aku. “Entahlah..” sahutku lirih.Jay bangkit berdiri, menuju ke sudut ruangan dan mengangkat gagang telepon. Ah. Aku tak ingin mendengarnya. “Ray…” kudengar gadis itu meratap terisak dalam dekapanku. “Yang tadi itu,” kata Chie.“Chie, bagiku keperawanan itu sama saja bagi semua orang. “Kalian berdua. Jay bangkit berdiri dan menghampiriku. “Hihihi, ada Ray.” Chie mencondongkan kepalanya ke depan dari balik pagar dengan sikap manja. Ah. Ah, Jay. Meninggalkan…
“Ray,” Jay berseru di belakangku, “Ingat, sobat. Menggerakkan telunjuknya menelusuri garis-garis dadaku, membiarkanku tertawa kecil. Masih tetap larut dalam kesedihannya. Jarang mungkin kita melihat seorang gadis indo dengan kulit putih, hidung mancung dan rambut kemerahan duduk menghabiskan waktu bersama teman-temannya di warung sate di pinggir jalan, dengan celana jeans sobek di lutut dan




















