Usiaku pun masih muda untuk lingkungan kantorku, baru 24 tahun pada saat kisah ini terjadi 3 tahun yang lalu. Bokeb “Mmm, iya kali,” jawabku sekenanya sementara mataku terpejam menikmati pijatannya yang memang membuat kakiku lebih nyaman. Kami pun bermain beberapa game hingga di tengah game terakhir, mungkin karena terlalu bersemangat mendapatkan teman bermain, aku terpeleset sampai kakiku terkilir. Rasa kesemutan berdesir dan setruman nikmat yang sempat terhenti kembali merebak perlahan berpusat dari vagina dan putingku, ke seluruh tubuhku hingga ujung jariku. Aku agak tidak rela saat tangan kekarnya meninggalkan selangkanganku, namun ia mulai menarik blousku hingga terlepas dari jepitan rokku, lalu ia loloskan dari kepalaku. Bertambah lagi satu kecocokan di antara kami. Entah itu keinginannya sendiri atau memang ia dialihtugaskan, aku tidak tahu. Kubuka mata dan kutatap wajah Haris yang tampak serius memijat kakiku. Aku tahu aku hampir mencapai klimaks, padahal masih menginginkan lebih. Tubuh kekar Haris berlutut di depanku.










