Waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 pagi dan udara dingin gunung pun semakin menggigit tulang.”mas tadi diitung gak brapa kali aku orgasme?” tanya Yenny.”mmm tiga kali yaa?” jawabku asal.”kurang satuuu….yang benar 4kali!””hah… sebanyak itu ya? Bokep Indo Live ahhhh…”Dan sesaat kemudian penisku menyemprotkan air mani yang kental dan cukup banyak.”oooghhh!” teriakku kala kenikmatan menyergap diriku menjalari segenap tulang belakangku.Dan segera saja aku ambruk menindih Yenny yang juga terengah-engah.”owwh Yenny, tiap hari aku bayangin kamu tau, aku sayang kamu…” aku mencoba Yenny ditengah keletihan ini.”iya mas aku juga gak pernah mau disentuh laki-laki manapun selain kamu, aku juga sayang kamu” jawab Yenny.Setelah penisku terlepas karena mulai kempes kami pun menuju kamar mandi untuk berendam air hangat berdua. Dan segera mengelus penisku yang nganggur sedari tadi. Beberapa detik kemudian aku kembali menghujani Yenny dengan tusukan-tusukan tanpa ampun.Demi menahan ejakulasi, aku bahkan menggigit lidah aku sendiri untuk mengalihkan perhatian, dan astaga Yenny bahkan mulai menunjukkan tanda-tanda orgasmenya melalui penetrasi ini.”aaaakhh… masssss… auwwwwwwhhhhhhh…” Yenny mendesah keras




















