Yes.., akhirnya. Bokep Mama “Ini..?” kataku. Lihatlah, masak ia begitu berani tadi menyentuh kepala Junior saat memijat perut. Aku menyesal mengutuk ibu ketika pergi. Bibirnya sedang tidak terlalu sensual. Tidak lama wanita itu mengetuk langit-langit mobil. Suara itu lagi. Esoknya, dari rumah kuitung-itung waktu. Aku tidak ingat motifnya, hanya ingat warnanya.“Mau dipijat atau mau baca,” ujarnya ramah mengambil majalah dari hadapanku, “Ayo tengkurep..!”Tangannya mulai mengoleskan cream ke atas punggungku. Lagi pula percuma, tadi saja di angkot aku kalah lawan kancing. Ia cukup lama bermain-main di perut. Si Junior sudah mengeras. Mobil melaju. Aku duduk di tepi dipan. Aku meringis merasai sentuhan kulit jarinya. “Ngapaian sih di situ..?” katanya lagi seperti iri pada Wien.Aku mengambil pakaianku. Tetapi eh.., diam-diam ia mencuri pandang ke arah juniorku. Juniorku tegang seperti mainan anak-anak yang dituip melembung.




















