Rini menyambutku dengan penuh nafsu, tangannya langsung memelukku dan badanku langsung ditindih saat posisiku masih terduduk di atas karpet. Bokep Indo Rini kemudian menunggangiku lagi. Aku baru sadar, ini adalah siklus haid dan masa suburnya Rini. Aku takut melukai perasaan Wein. Dia tidak bisa “bangun” lagi. “Haiiiyy Reeenn, I’ve been waiting for you, come in” Eeeeuuuuhhhh…. Aku ditakdirkan untuk mempunyai teman dan ini bukan ha l untuk duet ratu, dia merupakan seorang karib kantorku dan salah satu teman terbaikku. Cuma kamu yang aku dan Wein percaya. Aku yang tinggal sendiri merantau di Jakarta tidak banyak yang bisa dishare ke temanku ini, malah justru mereka yang kuanggap sebagai keluargaku. “Oke teh, jadi aku ke apartemen aja nih” “Iya you can come”Lusanya aku tiba di apartemen, sengaja aku bilang Rini kalau aku akan datang lebih cepat mungkin sebelum gelap agar tidak terlalu larut pulangnya.




















