Kepalanya jatuh tepat di sisi trotoar. Bokep Cina “Sudah dapat banyak?”
“Belum. Anak laki-laki yang berjualan itu malah tersenyum. Aku kini mulai bingung. Itu karena anak perempuan dalam mobil sedan itu terlihat ingin muntah, jadi dia membutuhkan kantong plastik hitam demi memuntahkan semua isi perutnya. Orang-orang di jalan raya memang selalu lucu. Pernah suatu malam, aku melihat kejadian paling miris yang membuat aku sempat berdoa agar segera dicabut Tuhan. Di dekat tiang lampu merah, sekitar beberapa meter dari tempatku berdiri, ada seorang anak laki-laki berambut kusut berpakaian kusut menenteng kantong-kantong plastik hitam yang juga kusut. Apa yang ingin mereka lakukan? Anak laki-laki itu mengangguk saja. Tiap kali dia berkata begitu, dia selalu menyertakannya dengan merendahkan bahu. Tidak cukup lama, orang-orang sudah berkerumun ke arah anak itu. Meskipun hujan membuatku gigil, atau panas yang datang tak tanggung-tanggung. “Beli ini, Pak, beli ini, Bu,” kata anak laki-laki itu. Malam itu tidak hujan tapi bau aspal basah karena hujan tadi sore masih menguar.




















