Ala maak… serba salah rasanya. Bokep Twitter Dan Mbak Is semakin tidak kumengerti. Komplotan kami sebenarnya tidak takut berkelahi, tetapi kalau ada yang ‘jadi’, kami juga tidak takut ‘beli’. Setiap selesai menerangkan satu bahasan soal, dia memandangku sambil menekan lebih keras badannya ke punggungku, bahkan terasa dia merangkulku dengan satu tangan kirinya yang ditempel dan ditekan keras ke pahaku. Aku harus berdiri di sebelah kursinya, dan secara tidak langsung aku diharuskan melihat pahanya yang mulus itu dengan rok yang kalau dia duduk terangkat sampai sebatas lutut. Karena hanya aku saja yang masuk di sekolah negri, teman yang lainnya masuk sekolah swasta. Terasa ada yang hangat dan basah pada celanaku, perih juga rasanya lubang kepala batang kemaluanku. “Aku keluar dulu. Mas Itok pun tidak pernah curiga denganku. Dan Mbak Is semakin tidak kumengerti.




















