Aku hendak menikmati yang dapat dibeli uangku dengan sebaik-baiknya. Ndak pacaran lagi sama Andi?” tanyaku tersenyum lebar menggoda. Bokep Mama Kamu mau jadi pacar Om?”, kucium matanya.“Mau.”“Apa yang dilakukan Andi di sofa? Tigapuluh juta aku juga sanggup bahkan lebih.” Aku tahu aku berkata jujur.“Om, aku minta sepuluh juta saja, tapi Om belikan aku pil anti hamil.”“Kamu sungguh-sungguh Ermita?”, aku menoleh sejenak melihat ke wajahnya*”“Ya”, katanya pendek.“Mengapa tidak 30 juta? Aku hanya sedang mengendalikan situasi dengan kepala dingin kalau tidak ingin menghadapi masalah lebih sulit lagi. Sebentar kemudian terdengar sepeda motornya meninggalkan gerbang halaman rumahku.Aku masih mengutak-atik komputer sekitar limabelas menit ketika kudengar suara halus dari pintu kamar. Pintu kamar mandi kubiarkan setengah terbuka karena aku takut kalau-kalau dia jatuh karena pusing. Untuk sayur dia membantu memotong-motong tomat dan kol mentah.Kami makan tanpa banyak bicara. Aku tak menanggapi. “Luka Om, sudah dibawa ke rumahsakit. Birahi kami agak mongendor karenanya. “Cukup Om”, katanya.




















