***
Beberapa hari itu, aku terus dirawat oleh sang dokter. Aku coba membuatnya kembali mengerti ‘Saya sedang sakit, saya butuh istirahat, tolong mengerti’. Linkbokep Ia adalah pakarnya, layaknya seorang mafia yang bisa melakukan kejahatan apapun bila ia inginkan. Aku capek, kepalaku pusing, mataku berkunang-kunang, dan perutku mual-mual. Aku masih ketakutan, Alex terus menelponku, hp sengajaku silent kan agat tidak berisik. Kini mereka secara bergiliran menggenjotku dari lubang anusku. “Tidak, aku punya keluarga…”, jawab dokter itu. “Asal kamu jauhi Chelsea dan Herman, aku rela ikut kamu”, kataku.Sepanjang perjalanan aku dan Herman membuat kesepakatan, Alex punya sebuah ide cemerlang. Sedangkan pria lain juga ada yang meraba-raba bagian vaginaku. “Apa yang dokter lakukan?”, tanyaku. Pria ke tiga mengambil posisi selanjutnya, terasa sekali penisnya menusuk masuk ke liang vaginaku.




















