“Sudah, Pak”, jawabnya pelan dengan raut muka lesu. Bokepindo “Pak Ivan, Bapak nggak perlu pakai ini kok, karena saya siap jika Bapak menghendaki saya melayani Bapak malam ini juga”, jawabnya dengan suara mesra dan kerlingan mata genitnya.Nah ini dia yang kutunggu! “Sudah, Pak”, jawabnya pelan dengan raut muka lesu. Lalu ia minta untuk mengganti posisi. Lalu ia minta untuk mengganti posisi. Ia sengaja memakai baju-baju kerja yang merangsang gairah kelelakianku. Aku rasanya ingin pipis. Ingin kusemprotkan maniku sebanyak mungkin ke dalam surga dunianya tersebut.Dan memang ternyata Dian akhirnya lebih dahulu mencapai puncak kenikmatan, dipeluknya leherku kuat-kuat, “Ah.., Pak Ivan…, nikmat sekali…”, erangnya kenikmatan. “Pak, saya boleh nunggu dulu di sini, ya?”, tanyanya dengan suara serak-serak basah. Hanya tinggal aku dan Dian. Coba kamu periksa lagi ruang-ruang kelas yang ada. Saat kami sudah benar-benar saling telanjang, ia mulai menelungkup ke meja sekretariat, melihat posisinya itu, segera kutarik kakinya ke atas dan kupangku di atas bahuku, lalu aku mulai pelan-pelan memasukkan




















