Polos sekali. Kita ke sana!” Salah satu anak berambut keriting mengajak anak laki-laki itu ke suatu tempat. Linkbokep Dia menjual, bukan mengemis. Di tengah keremangan, aku menyaksikan anak laki-laki itu bersama dengan gerombolan anak yang tadi. Tidak tampak rasa takut dalam dirinya. Anak itu kembali menyodorkan jualannya, tapi kini cara berdirinya kurang stabil. Astaga. Tapi seperti yang aku katakan, aku tetap bertahan pada tempatku berdiri. Dia terlihat girang sekali memperoleh uang seribuan. Dia menjual, bukan mengemis. Aku mematung di tempatku berdiri. Mereka juga mengeluarkan sebatang rokok. “Terima kasih banyak, Pak. Aku selalu senang memperhatikan mesin-mesin yang berjalan angkuh itu. “Beli ini, Pak, beli ini, Bu,” kata anak laki-laki itu. Beberapa orang lainnya menghakimi supir mobil, menghajarnya hingga biru-biru, termasuk mobilnya yang dibikin tambah penyok. Gila. Orang-orang di jalan raya memang selalu lucu. Ada sedikit rasa kagum melihat anak itu.




















