Ulasan misteri Vivie Baju Putih Goyang 2 ini mengukur ketegangan, clue, dan tempo investigasi. Vidio Sex Plus: kejutan terukur, skor musik mendorong tensi. Minus: logika kasus kadang butuh suspend disbelief. Tetap intense buat malam maraton. Siap ikuti misterinya?
“Oh.. Aku hanya dapat melambaikan tangan saja, karena pikiranku masih berkecamuk bimbang, bagaimana aku harus menghadapai Ibu Eni, dosen killer yang masih sendiri itu.Perlahan aku berjalan menyusupi lorong kampus, suasana sangat lengang saat itu, maklum hari Sabtu, banyak mahasiswa yang meliburkan diri, lagipula kalau saja aku tidak mengalami masalah ini lebih baik aku tidur-tiduran saja di kamar kost, ngobrol dengan teman. oh..!”
“Ayolah Bu.., ayolah kita mencapai puncak bersama-sama, aku juga sudah tak tahan lagi,” keluhku.Setelah berkata begitu, kurasakan tubuhku dan tubuh Bu Eni mengejang, seakan-akan terbang ke langit tujuh, kurasakan cairan kenikmatan yang keluar dari kemaluanku, semakin kurapatkan kemaluanku ke vagina Bu Eni. Tanpa aku sadari, tiba-tiba Andi sudah berdiri di belakangku sambil menepuk pundakku, sesaat aku kaget dibuatnya.“Ayo Gi, sekarang waktunya. Dari sinilah aku akan memulai kisahku.Aku dilahirkan di kota M di propinsi Jawa Timur, kota yang panas karena terletak di dataran rendah.




















