Nafask tertahan, beradu dengan nafasnya. Bokepindo udahlah yang, nggak usah boong. perlu kusebutkan namanya? Tanpa malu-malu dia meraba tengkukku dan membelainya. Tapi ketika kulihat ufuk barat yang semakin gelap, aku jadi tidak tahan untuk meminta beliau mengantarkan lebih jauh. Mas bisa Bantu saya? siapa? Di stasiun itu ada kereta lain yang akan menuju Surabaya. Bagaimana aku bisa tidak mencintainya walau sedetik padahal seluruh alam ingin memeluknya. Tapi ketika kulihat ufuk barat yang semakin gelap, aku jadi tidak tahan untuk meminta beliau mengantarkan lebih jauh. Dia kacau banget! Kecurigaanku berpusar bangkitkan waspada. Tanpa sadar, kebiasaan burukku ketika sebal muncul. Ada beberapa hal yang memang aku ganti, ada pula yang aku tambahkan berdasarkan apa yang aku rasakan waktu itu. mendingan kamu tobat deh sebelum semuanya terlambat. Aku tersenyum dalam hati, lupa bahwa tadi aku curiga dan paranoid padanya.Dia melancarakan serangan terbukanya. Bisakah pertemuan kami yang sekejap ini menjadi sebuah ajang berkasih-sayang?




















