Kamipun terkadang bercanda. Bokep Jepang “Na…pake baju ketat gitu emangnya ga takut ntr ada org yg ngerasa nafsu ?”,tanyaku iseng. Karena memang takut diketahui org lain,maka kami melakukannya secara quickie. Makin lama aku akrab dengan anaknya itu. Suatu hari,Pak Min datang kermh dan ngobrol denganku,krn saat itu bokap sedang keluar. Lalu ditelannya spermaku. Aku yang berdiri di pintu kamar,hanya bisa menahan konak. Aku hanya mengangguk,krn tak sabar.Jujur aku kaget dgn tantangannya,krn dia berani berbuat spt itu. Lalu,Nana mulai mengangkang diantara selangkanganku. Kini tanganku leluasa piknik kearea gunung kembarnya. Kan sampe lutut perjanjiannya. Orang ga ada Ayah aja koq.”katanya. Akhirnya,karena alasan takut dilihat tetangga,Nana mau membuka hot pant nya itu didalam kamarnya.Setelah berada didalam kamar,Nana dgn malu2 hendak membuka bawahannya. Aku hanya mengangguk. Pucuk dicinta nikmat pun tiba,pikirku….. Lalu,saat beristirahat sejenak itu kami kembali ngobrol2. Ya udah. “Telan aja,Na..gpp koq…”,kataku. Bnr kan…?Taruhan ?”,ujarnya. Lalu kudengar nafas Nana memburu dan akhirnya dia tak kuat menahan desahan orgasmenya.




















