Ia berbicara pelan padaqu tentang apa yg harus kulaqukan berikutnya. Cairanku dihisap habis oleh mereka, sedangkan aqu harus menelan semua air mani mereka. Bokep Thailand Aqu tak tahu siapa orangnya, sekarang lebih baik minta maaf pada para perempuan ini, itu dosa tahu, maksiat, berani-beraninya berbuat begitu pada perempuan dalem saat seperti tadi…tapi asalkan kalian bertaubat, tak ada kata terlambat!”“Sudah…sudah Pak…Bu…! Deal or no deal?” Pak Adi mengulurkan tangan mengajaknya bersalaman.“Baik…deal dong, masa deal lah…aqu terima deh, apa nih tebakannya?” Pak Yahya menerima uluran tangan atasanku.“Gampang…sekretaris aqu ini pakai BH gak?”Tiba-tiba saja semua mata memandang ke arah dadaqu menebak-nebak, walau terbiasa dgn tatapan liar lelaki, namun ditatap banyak mata sekaligus untuk bahan tebakan kok sedikit risih juga yah rasanya.“Hhhmmm…ngga pakai!” jawab Pak Yahya setelah beberapa saat mengamat-amatiku“Anda yakin?” tanya Pak Adi“Fifty-fifty!”“Anda tak ingin mencoba ask the audience?” tanya atasanku lagi.“Hhhmmm….” Pak Yahya jadi sedikit ragu, “boleh deh, bagaimana nih bapak-bapak?




















