“Terima aja Nin, kamu kan lagi butuh uang, lagipula mereka nggak begitu jago kok..!” ujar manajerku berusaha membujuk. Bokep Jepang Siapa tahu menang.., pikirku.“Taruhannya apa? Tapi aku diam tidak bisa menjawab. Shh. Perjanjiannya kan sampai kamu telanjang, baru permainannya selesai..!” protes lawan mainku, akhirnya aku hanya bisa menuruti kemauannya. Aku sudah hampir menangis saat itu, tapi mereka terus memaksaku, maka dengan perasaan berat dan malu, akhirnya kulepaskan juga bra yang melekat di tubuhku, membuat buah dadaku langsung mencuat dan terbuka di hadapan mata mereka yang tampak melotot saat memandang tubuh telanjangku.“Sudah.. Memijat pantatnya yang padat berisi. Oke?” ujarku sambil menunjuk ke arah sofa yang berada di pojok ruangan. Siapa tahu menang.., pikirku.“Taruhannya apa? Tapi janji.. Dapat pinjaman uangnya?” tanya Lenny. Beberapa saat kemudian aku terhentak ketika secara tiba-tiba Mas Agus membalikkan tubuhnya.










