“Ini untuk kita berdua, Sayang” katanya.Setelah minum teh dan makan roti, bu Heidy membantu aku mencuci dan menjemurnya. Serasi sekali. Bokep Mama Sesampainya di gedung tempat diklat dia turun dan aku menawarkan diri untuk menjemputnya.“Bila nanti sudah selesai, Ibu bisa telepon atau sms saya, nanti saya jemput” kata saya. Tidak seperti biasanya dalam perjalanan pulang dari rekreasi tersebut ada perubahan yang mendasar, tangan bu Heidy memegang erat, melingkar pada tubuhku, walaupun saya berjalan mengendarai bromfit tidak kencang.Bahkan badannya yang semula merenggang dengan punggungku, sekarang mepet sekali, sehingga dadanya yang pasti gunung kembarnya nempel ketat kayak perangko dipunggungku. Tanpa sengaja tanganku menyentuh pada bagian selakangannya, kelihatannya basah dan aku mencoba menyentuh bibir-bibirnya kiri kanan dan pada bagian atasnya. Sore itu dia memakai rok terusan warna putih motif bunga. Mengulang adegan demi adegan yang sebenarnya sangat sederhana. “Ya Ayah, baik. Dampak ini luar biasa, dadaku semakin gemuruh, sepertinya darahku sedang mendidih mengaliri seluruh tubuhku.




















