Lagi-lagi sesal menyerbu hatiku. Namun apa yang terjadi? Bokepindo “Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” tanya hatiku. Dan tentu, ketika pulang benak ini penuh dengan jumput-jumput harapan untuk menemukan baiti jannati di rumahku. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Aku benar-benar menjadi malu pada Allah dan Rasul-Nya. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal. Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal pecah. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam dengan suasana panas menyengat. “Oh….bukankah ini sandal jepit isteriku?” tanya hatiku.




















