Kami biasa menonton berdua kalau Lia pulang sore. Hari Minggu ini Lia mengaku sakit kepada tante kos dan minta, “Si Wied ngerawat saya, ya tante”. Bokeb Kalau ia dinas malam, aku biasa menungguinya sebelum ia selesai bekerja. Lia sendiri pasrah saja kuperlakukan seperti itu. Penisku dipegangnya dan dicoba dimasukkannya ke dalam memeknya yang sudah sangat basah. Penisku yang tegang bergerak-gerak terus.Ia tak sabar, dipegangnya tanganku, dibimbingnya untuk kembali menusuk-nusuk memeknya. “Gile, aku udah mau keluar…”, pikirku. Aku sedikit bingung, sebelum kemudian memutuskan untuk mengikuti keinginannya.Kupeluk erat-erat ia yang sedang duduk di pinggir tempat tidur. Ia memang lahir di situ, ayahnya mempunyai penggilingan beras. Baru sebentar, Lia mengerang, “Ohh…, Wied…, Lia nyampeee”.Gile, baru sebentar ia sudah nyampe!“Kamu belum apa-apa, ya?”, tanyanya sambil menciumi mulutku.




















