Kalau sedang rewel, menangis, meronta-ronta kalau digendong Naralita menjadi diam dan tertidur dalam pangkuan atau gendongan Naralita.Sepulang kuliah, kalau ada waktu, Naralita selalu mampir dan membantu isteriku merawat si kecil. Vidio Sex sedikit lagi..” Dan aku menekannya kuat-kuat.Bersamaan dengan itu terasa ada yang mengalir dari dalam vagina Naralita, meleleh keluar. Tercium olehku bau parfum khas remaja. Siksa.. Keras.. Aku berusaha melepaskannya namun sandaran kursi menghalangi. Kuakui, aku pun kelaparan. Kedua jemariku langsung memeluknya kuat-kuat hingga badan Naralita lekat ke dadaku.Kedua bukitnya menempel kembali, terasa hangat dan lembut. Ruang ber-AC itu terasa makin hangat. “Masih gede juga?” tanyanya menggoda. Sungguh repot harus merawat bayi di rumah. Dalam sekejap ia sudah duduk di pangkuanku. Lama-lama Naralita sering tinggal di rumah kami. Aku semula ragu menyambut keliaran Naralita. Akibatnya, memukul ke arah wajah Naralita. “Mas lepas..” katanya sambil telentang di lantai. Pertarungan pun kembali terjadi dalam posisi sama-sama telah matang.




















