Ia tak merasa ada yang aneh dengan kejadian semalam. Bokep China kalau terang benderang, pasti Willy bisa mengetahui kalau wajahku sedang bersemu merah saat itu. Aku segera mengalihkan tatapanku dari tubuh Mamaku yang mengangkang itu. Dia sedang menenggak coca cola dari botol. Dia tak menggenakan pakaian apapun menutupi tubuhnya. Gila!” rutukku dalam hati. Waktu itu malem hari. Entah kenapa, aku selalu berharap akan punya kesempatan lagi untuk ngelihat perkakas gigolo itu. Panjangnya sekitar delapan belas senti. Piaraan Mama itu dimanfaatinnya juga buat muasin nafsunya yang binal. “memang lo enggak bisa liat, gue lagi ngapain,” jawabku cuek. Saat menatap ke arah sana aku kembali kaget. Tapi males ah. Gila aja. Hampir dini hari malah. Aku jadi menyadari, kalau ternyata saat selangkangannya ditutupi celana seperti itu, ukuran tonjolan diselangkangan itu, memang beda dengan punyaku.




















