Aku tidak lebih dari barang-barang miliknya yang lain. Aku pingsan di tiang siksaan.Ketika aku sadar, aku sudah berada di dalam villa. Bokep Mom Aku tidak dapat menolak. Aku melumuri seluruh badanku dengan lumpur termasuk wajahku. Aku merasakan siksaan yang amat sakit. Punggungku kembali terasa sakit karena luka cambukan semalam belum sembuh. Untungnya, malam itu aku dapat juga tidur walaupun hari sudah menjelang pagi.Keesokan harinya, aku dibangunkan secara kasar oleh Nyonya Hana pagi-pagi sekali. Aku berteriak histeris. Kedua tanganku terikat ke atas dan kakiku pun sedikit terangkat ke atas, sehingga aku hanya dapat bertumpu pada ujung jari-jari kaki.Nyonya Hana lalu mengambil cambuk dan mencambuk tubuhku sekitar 30 cambukan keras. Jangan siksa saya lagi, Nyonya..!” aku merintih memohon belas kasihan Nyonya Hana.Dia hanya tersenyum.Nyonya Hana lalu memiringkan lilin yang tadi dinyalakannya ke arah pantatku yang terbuka.




















