Sungguh, baru kali ini aku melihat isteriku segirang ini. Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal. Bokep India “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Senyum bahagia.“Abi…!” bisiknya pelan dan girang. Abi belum bisa sabar seperti Rasul. “Ah…wanita gampang sekali untuk menangis,” batinku. Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal pecah. “Aduh, Mi… Abi kan sibuk sekali hari ini. “Ummi… isteri sholihah itu tak hanya pandai ngisi pengajian, tapi dia juga harus pandai dalam mengatur tetek bengek urusan rumah tangga. Padahal Rasul telah berkata: “Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya.”Sedang aku? Ummi kan muntah-muntah terus, ini badan rasanya tak bertenaga sama sekali,” ucap isteriku diselingi isak tangis. “Aduh, Mi… Abi kan sibuk sekali hari ini. Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain.




















