Lama tidak mendengar komentar dari Cinta, akhirnya Om Ridwan pun melanjutkan kata-katanya. Faktor sosial? Bokep Japan Tangan Om Ridwan sedikit kesulitan merasakan mulusnya paha tersebut akibat terhalang tebalnya kain jeans. Dalam hati Cinta terbersit rasa was-was apabila harus bertemu lagi dengan Om Ridwan setelah kejadian ini.“Yuk..”, Cinta sedikit terkaget namun dengan cepat bisa mengusai diri. Cinta terdiam sejenak untuk berpikir. “Bye”. “Wah.. “Halo”. “Gak nganterin sampai mobil nih?”. “Sebutin saja harganya…”.“Cinta gak mau nerima uang Om”. “Loh terus?”, Om Ridwan terheran. “Maaf Cinta telat”. Cinta mengangguk. Tapi wajah dan penampilan bukanlah yang utama. “Udah Om, makasi sekali lagi”. Keduanya terlihat kaget, sangat kaget. Semua gerakan itu sengaja ia lakukan dengan pelan dan perlahan. Pemainan birahi itu pun berunjung dengan Cinta yang nampak seperti seperti baby sitter yang sedang meneteki bayi besarnya. “Serius amat? Paling tidak selama perjalanan nanti ia masih bisa berpikir. Dimata Cinta, Om Ridwan adalah sosok simpatik dan kebapakan.




















