Merah, kelihatannya empuk Ayo, cium aku, pintanya.Ci cium?Ya. Mereka minta saya layani mereka sekaligus. Bokepindo Di hadapan cermin saya tata rambut saya sendiri, saya pasang sanggul dan kembang, saya bedaki muka saya biar nggak kelihatan bekasbekas menangis, saya pakai lagi kemben dan kain, saya sampirkan selendang di leher. Waktu itu ada yang bisikbisik, mungkin Simbok pasang susuk, makanya meninggalnya susah. Melamar kerja kesanakemari, nggak diterima karena dianggap pendidikan kurang tinggi. Dia nyuruh saya duduk di ranjang. kata saya, sambil merasa jarijari Juragan memenceti sepasang tetek saya. Duh, edan tenan. Saya akhirnya sendirian di Ibukota, sepeninggal Simbok. Sanggul yang belum saya copot (apa seharusnya saya copot juga?) ngganjal belakang kepala saya.




















