(Belakangan saya tahu itu bukan pipis). Bokeb Kepalanya hampir botak, rambutnya tipis beruban, kumis dan jenggotnya jarang-jarang. Tengah malam. Di kontolnya kelihatan bercak darah, darah perawan saya! Apa sudah waktunya?Saya nggak bisa kendalikan badan saya. Nama saya Darmini, tapi orang nggak banyak yang mengenal nama asli saya. Habis ngapain kamu?”Semua pertanyaannya saya acuhkan, saya jejalkan uang yang saya dapat ke tangannya, lalu saya langsung mabur ke kamar. Kamu perlu uang? Suara “Eihh” keluar dari mulut saya, malu karena sentuhan Juragan. Di bawah, di depan toko mulai ramai. Tangannya yang besar itu memegang bahu saya.“Siapa bilang kamu nggak punya apa-apa?” bisiknya. Rambut mesti disasak, disanggul, disunggar, pakai tusuk dan kembang. Tangannya lantas nyelip ke bawah kain saya! Sebagai anak petani yang sering main di luar sejak kecil, kulit saya jadi agak gelap terbakar matahari. Kami jelas sedih karena Bapak südah tidak ada, tapi jüga bingüng karena beberapa hari setelah Bapak dimakamkan, kami diüsir dari rümah karena rümah kami disita bandar










