Thanks ya”, aku tersenyum manis sebagai ucapan terima kasih atas kesediaannya menunggu. Tetapi baru saja aku menyetujui ajakan lunch-nya. Bokep Colmek Aku memang sudah nafsu sekali, aku sudah siap sebenarnya… dia malah masih berpakaian utuh. Aku kan ke sini cuma buat nganterin kamu. “Kelvin! Dia bekerja di dealership ini di bagian sales. Aku bangkit duluan. Sudah seminggu dia menelepon tiap hari mengajak keluar. Sampai akhirnya aku memutuskan Jumat malam akan kubeli saja karena tidak ada yang lain yang lebih menarik. Aku tunggu di luar sini. Aku menduga dia memang sengaja mendekatkan begitu supaya aku tidak tahan. aku biarkan tangannya merambat kepunggungku mencari kaitan BH, aku hanya menahan nafas ketika tercium bau cologne yang dia pakai, dekat sekali. “Whoops…” pikirku. Kelvin terlihat normal-normal saja, dia hanya tersenyum di saat kita bertatapan. Aku sudah melirik satu gaun malam warna hitam yang aku suka, tapi belum kubeli sampai sekarang karena lumayan mahal.




















