Bahkan hingga ke kolong tempat tidurnya kuperiksa. Aku bahagia juga dapat menyenangkan Kang Eman yang begitu menyayangiku. Bokep Mama Lalu bertanya perlahan,“Nanda udah tidur ?”
“Udah, tadi saya intip dari pintu kamarnya, beneran udah tidur,” sahutnya. L
alu aku turun dari bed dan melangkah ke meja rias. Mukanya tetap disembunyikan di antara kedua lututku. Kedua rumah kosku itu pun kuserahkan pengelolaannya terhadap Dayu. Aku jadi bingung sendiri. Tapi aku sudah bertekad untuk membuat Prima riang kembali seperti dahulu. Tanganku berminyak-minyak, perutku juga berlepotan air mani anak tiriku, sehingga aku merasa perlu membersihkannya. Pagi itu aku baru berakhir mandi serta mau berdandan sebab mau pergi ke mall, sekalian mau membeli karpet kamarku, untuk mengganti karpet lama yang tampak telah kusam serta gundul-gundul di sana-sini. Saat itu aku pura-pura tidur sambil memeluk bantal gulingku. Tapi kalau nafsunya tidak diredakan, aku kasihan juga.




















