Ah ! Bokep China bukan main indahnya tubuh ibu muda ini. Sambil masih berpelukan, Syeni menggeser tubuhnya menuju ke pembaringan pasien, menyandarkan pinggangnya pada tepian dipan, mata sipitnya tajam menatapku, menantang. Aku langsung memberi isyarat untuk diam. Mulai nakal kamu ya, kataku dalam hati. Putih bersih dan bulat. Tapi masa aku melayani permintaan aneh pasienku? “Cukup Bu .”
Syeni bangkit dan menurunkan kakinya. Dia udah siap menyambutku rupanya. Ini pasien terakhir. Aku jadi tersiksa lho Bu, kataku dalam hati. “Hmmm gimana Bu”
“Eh .. Kali ini warnanya hitam, sungguh kontras dengan warna kulitnya yang bak pualam. “Begini aja Bu, Ibu saya tunjukin cara memeriksanya, nanti bisa ibu periksa sendiri di rumah, dan laporkan hasilnya pada saya”
Aku memeragakan cara memeriksa kemungkinan ada benjolan di payudara, dengan mengambil boneka manequin sebagai model. …
Oh .. benar juga, kudengar ada orang memasuki ruang praktek. Tubuh yang amat basah oleh keringatnya, dan keringatku juga.




















