” Jahat kamu Yuda, aku kalah terus sama kamu ” Ujarnya lagi. Dia menggigil kedinginan. Bokeb termasuk Pak Jerry guru olah raga kami itu.Perjalanan menuju puncak gunung, mulai dari kumpul di sekolah hingga tiba di kaki gunung di pos penjagaan I kami lalui dengan riang gembira dan mulus-mulus saja. ” Akh enggak” jawabnya sambil melepas ‘Ms. Penny’ku. Karena aku harus melanjutkan kuliah di Australia, menyusul kakakku. Sandra meraih tanganku dan menempelkan ke payudaranya. ” Jahat kamu Yuda, aku kalah terus sama kamu ” Ujarnya lagi. Sandra memberikan cincin bermata berlian yang dipakainya kepada aku. Kami ngobrol ngalor-ngidul, soal kondom, soal sekolah, soal nasib guru, dsb. Alangkah sedihnya Sandra malam itu, dia nampak cantik, lembut dan mesra. Aku semakin bingung, dari mana dia tahu macam-macam rasa ‘Mr. Dia cuek saja, payudaranya nampak samar-samar dalam gelap itu. Kujelaskan semuanya, walau kita beda usia yang cukup mencolok, tapi aku mau menikah dengannya.




















