Mengerang hebat. Film Porno Kucari-cari brosurnya tidak kutemukan. Daripada nanti pas ditengah-tengah aksi pemijatan aku kebelet mendingan kukeringkan dulu kantong pipisku. Sukses besar. Dengan santunnya dia permisi untuk masuk. Begitu selesai..“Mau diapain lagi Den?”
“Maksud Ibu?” Tukasku.Tersenyum simpul dia dan.. Dan bless.. Telapak kakiku yang telah kaku-kaku ditekan-tekan dan kemudian diurut.Aku tak mau banyak bicara agar Si Ibu lebih fokus pada pekerjaannya dan aku konsentrasi agar kenikmatan yang kuraih dari pijatan-pijatan maksimal. Tanpa dibukanya amplop itu sambil mengucapkan terima kasih dengan sopan, dia keluar kamar setelah mengenakan jaketnya kembali.Sejak mengenal kenikmatan ‘pijat hotel’ itu, aku mulai sering mencoba-coba. Sip. Aku menangkapnya. Pertama yang dipijat adalah telapak kaki. Kudiamkan. Mustinya iya.Lalu, akhirnya pijatan di akhir bagian dada. Berhubung hotel ini bukan hotel mewah maka channel acara TV-nya pun terbatas, untuk mengirit ongkos operasional kali.




















