Aku lahir dari keluarga yang sederhana, di sebuah desa yang masih dipenuhi persawahaan dan semak belukar. Bokep Jilbab/Hijab Kakek sempat murung dan berubah jadi pendiam selamabeberapa bulan. Mbak Darsih memberiku kamar belakang yang dulu ditempati oleh ibu. Dia sudah menganggapku seperti anaknya sendiri. Dia tertawa cekikikan saat melihatnya, Cepetan ditutup, nanti burungnya kabur lho! Jadilah aku berpisah dengan ibu dan adikku.Kepindahan ibu tidak membuatku merasa kehilangan karena kadang tiap bulan ibu pulang. Kulihat mbak Darsih menatapku penuh arti, saat itu aku sedang menimba air hanya dengan bercelana dalam saja. Dia tertawa cekikikan saat melihatnya, Cepetan ditutup, nanti burungnya kabur lho! Kini aku sudah naik ke kelas 2 SMP. Mbak Darsih memberiku kamar belakang yang dulu ditempati oleh ibu. Dia tertawa cekikikan saat melihatnya, Cepetan ditutup, nanti burungnya kabur lho! Tak terasa, sudah satu tahun kami hidup bertiga. Tak jarang dia mencucikan pakaian milikku saat ibuku terlalu sibuk bekerja.




















