saya sudah ndak dapat mikir lagi..”Kulepaskan pelukanku. Linkbokep Bau khas kemaluan perempuan menyebar dan tercium hidungku. Dgn gaya kebapakan (kok sama dgn ceritanya soal si hidung belang Kartolo itu?), aku berdiri dan mendatangi dia, duduk di sebelahnya dan memeluk pundaknya. Dan dia memperkenalkan aku sebagai assistennya untuk menyembuhkan pasien dari berbagai penyakit yg “aneh-aneh” alias ruwet. Hingga suatu hari..”Pak Kartolo tiba-tiba mendatangi saya, Kakek” katanya. Kukecup bibirnya dgn lembut:
“sudah siap, ya Cah Sara. Juminten tampak sangat bingung, hampir semenit dia berdiri terpaku dgn berkata apapun. gelii sekali.. Basah dan hangat, sebagian meJumpel di dagu dan jenggotku.Akhirnya kuangkat kepalaku dari kemaluannya, dan kucium dahinya yg menunduk Sara dgn nafas tersengal-sengal. Meskipun kecil, kotaku termasuk ramai karena dilewati jalan utama yg lebar dan selalu dilewati truk dan bus antar propinsi, siang dan malam.Eh, kembali ke Kakek Ngadimin, tampaknya si Kakek punya perhatian khusus kepadaku (atau malah karena aku memang kelihatan sekali tidak menyukai dan sinis terhadap gaya perdukunannya?).




















