Tapi Uwak menahan dan memaksaku untuk singgah.“Ayo..” katanya sambil menarik tanganku. “Kemana..?” tanyaku sambil mengikutinya berdiri. Bokep SMA Aku tidak menjawab dan hanya mengangkat bahu saja. Kedua bola mataku jadi terbeliak lebar. Dan tanpa banyak tanya lagi, aku langsung mengantarkan pria itu sampai ke rumahnya yang berada di lingkungan Perak, sebenarnya aku mau langsung pulang. Kedua kakiku juga direntangkan dan diikat dengan tali kulit yang kuat. Tanpa diduga sama sekali, justru Uwak yang mengajak pulang lebih dulu.“Mobilku di parkir disana..” katanya sambil menunjuk deretan mobil-mobil yang cukup banyak terparkir. Aku jadi tertegun, karena mereka langsung saja menyeretku ke pembaringan. Padahal aku tidak memintanya. Aku jadi heran juga dengan sikapnya yang begitu berani membawa teman yang baru dikenalnya ke dalam kamar. Dia tidak sendiri, tetapi bersama empat orang temannya yang sebaya dengannya. Waktu itu hari Minggu pagi. Apa mau kalian..?” aku membentak kaget.




















