Selama berhari-hari wajah Della selalu berada di dalam pikiran Goni, seolah menari-nari di depan matanya. Ruangan tanpa jendela itu dipenuhi asap kemenyan yang membuat siapapun yang masih waras akan mabuk mencium baunya.Goni melihat dukun itu duduk menghadapi sebuah meja pendek yang dipenuhi oleh sesaji, dupa dan benda-benda logam yang kemungkinan merupakan jimat sementara di dinding sebelah kanan dan kirinya terdapat rak-rak kayu berisi puluhan kuali dan botol botol porselen yang ditutup kain berwarna merah.Kembali lagi rupanya, dukun itu berujar dengan bunyi berat. Bokep China Della memang tinggal di Asrama. sshh.. Dengan canggung Goni mempersilakan Della masuk. Urusan penglarisannya yang dulu memang belum dia bayar karena tak mampu, tapi kali ini Goni telah merencanakan sesuatu. Sekitar sepuluh menit lamanya dia harus melakukan hal itu, sampai Goni menekan kepalanya sambil melenguh panjang.Cairan putih kental itu menyembur deras di dalam mulutnya dan mau tak mau, Della harus menelannya, rasanya yang asin dan kental itu membuatnya hampir muntah sehingga tersedak.




















