Timo berjalan keluar dari kamar, badannya tinggi, kontolnya yang lemas bergelantungan. Aku melepaskan Timo dan berganti kembali ke Budi. Bokep Montok Melihatnya, aku lalu melihat ke arah Budi, lalu kita sama- sama tersenyum. Anehnya begitu, meski aku sendiri notabene sudah melakukan lebih darinya. Hari Minggu, sore, dan entah sejak kapan seperti setiap hari Minggu sebelumnya, aku sedang membagi-bagikan jus jeruk—atau minuman- minuman lainnya di hari-hari Minggu sebelumnya. “Timo udah berapa hari ngga mandi?” tanyaku. Seketika itu juga Budi melihat ke arahku, dan aku hanya membalas pandangannya tanpa bergerak. Orangnya nih bilang dia suka gue, cuma gue kek ngga ada rasa deh—mukanya biasa- biasa aja. Tidak menunggu jawabanku, Timo lalu berdiri dan berjalan ke arah kamar tidur. “Ini pertama kali aku ngelihat orang main beneran—bukan cuma di bokep,” katanya polos.




















