Akhirnya aku memesan sepiring gudeg ditambah pecel, air mineral dan kopi. Bokep China Sekitar 5 orang mungkin yang melayani aku. Sambil makan aku ditemani oleh perempuan yang tadi pertama menyambut aku. Aku kemudian memesan makanan . Seandainya tidak ada embel-embel tempat berkumpulnya para STW, mungkin aku akan sering mampir di warungnya hanya untuk makan .Selama makan aku ngobrol macam-macem, sampai akhirnya aku tahu bahwa Mbak Ambar punya usaha yang sama di Solo dan Semarang. Menurut Amei jika dia setiap minggu “mampir” ke rumah Mbak Ambar, lumayan bisa menyamai gaji suaminya, malah sering-sering lebih. Amei bangkit , sambil menutup lubang kemaluannya agar maniku tidak tercecer. Amei beralasan ngobyek jualan batik membantu temannya.“Abis gaji guru berapa sih mas, untuk kebutuhan rumah tangga baru 10 hari udah habis,” kata Amei menjelaskan mengapa dia “ngojek” di luar pengetahuan suaminya.




















