kamu nggak pernah bisa diajak serius”, keluhnya dengan muka masam. “Hmm.. Bokep Arab Pura-pura tidak tahu gelagat para pria yang sedang menaksirnya, Iswani mengajakku duduk di meja paling pojok. Kulihat waktu masih menunjukkan pukul 3 pagi lebih sedikit. Pikiranku berkecamuk soal pekerjaan yang akan kuhadapi sehari lagi dan sama sekali belum kusiapkan. “Karena aku tahu bahwa kamu tipe pemuda gila kerja yang cuek dan jujur bukan tipe playboy perayu. “Kamu jangan macam-macam, Tok!”, ancamnya padaku yang lagi menikmati rokok. Kudorong lebih dalam batang kemaluanku dalam liang kenikmatannya, lalu kugerakkan pinggulku maju mundur. “Makan aja, kalau tahu kamu baru bangun sudah kubelikan makan tadi”, katanya. “Kenapa Mbak mau dimadu?”, tanyaku tambah penasaran. “Ya ampun Tok, kamu baru bangun!”, teriak Iswani. Kucumbu tengkuk kirinya dan sesekali kukulum telinga kirinya.




















