Sherin yang masih belum puas dan masih ingin disetubuhi menurut tanpa diperintah dua kali. Punggung pria itu sempat tergores sedikit oleh kukunya. Bokep Family Sekarang ini dia sedang tidak mood melakukan hal itu. Sherin baru ingat memang sebelum pergi papanya pernah menitipkan dokumen kerja dan sebuah CD yang dibungkus dalam amplop besar berwarna coklat. Dia langsung mengambil posisi diantara kedua paha gadis itu dan mengarahkan penisnya.“Uhhh…nikmat, seret, becek banget !” erangnya sambil menekan pelan-pelan penisnya memasuki liang senggama gadis itu.Dengan cairan orgasme yang berfungsi sebagai pelumas, penis Pak Irfan melesak masuk dengan lancar, ukurannya juga termasuk sedang sehingga tidak terlalu sulit dalam melakukan penetrasi. “Tapi jangan kasar-kasar Pak” kata gadis itu. Pak Udin tentu saja kaget karena umpatannya terdengar sehingga memancing kemarahan nona majikannya itu, tapi sebentar saja senyumnya mengembang kembali. Saat itulah lidah Pak Udin menyeruak masuk dan langsung menyapukan lidahnya di dalam mulut.




















