Sini deh.” wah, ada apa ini, batinku. Bokep Ojol Tanganku yang satu lagi membelai pipinya. Membayangkan sosok seorang wanita 30 tahun dengan tinggi semampai dan bodi yang padat berisi. Aku kaget juga, tapi sekaligus tidak mau menyia-nyiakan
kesempatan ini. “Ini untukmu Ki, aku pengen kamu pegang dadaku…” gumamnya sambil
berdesah manja. Kebetulan tempatnya agak mojok di ruangan, jadinya makin nggak
kelihatan. Sini deh.” wah, ada apa ini, batinku. Soalnya
jangankan sampai berbuat gitu, wong mendekat sedikit saja dalam mimpi
pun aku nggak berani, abis galak sih! Memang sih anaknya baik, care banget sama temen-temennya. kerumahnya? Belum lagi kadonya, biarpun sederhana tapi perhatiannya itu lho! Tanganku yang satu lagi membelai pipinya. Eh ternyata dia langsung nurunin tangga dan balik menuju
ruang resepsionis. Kebetulan tempatnya agak mojok di ruangan, jadinya makin nggak
kelihatan. Aku
cuma senyum. Mungkin gara-gara tiap hari
ketemu dan ngerasain kegenitannya itu, sekarang ini sering aku nggak
bisa nguasai diri.




















