Kulihat Santi sedang berdiri dan mulai membuka kancing gaunnya. Jangan pura-pura. Bokeb Kupeluk dia dari belakang dan tanganku membantunya melepaskan kancing dan bajunya. Ia sedang mandi. Kurasakan nafasnya sudah mulai tak teratur. Santi kadang masih menolak uang pemberianku, tetapi kalau aku lagi ada obyekan kecil, kupaksa dia untuk menerimanya. Seperti biasanya ia mengenakan celana dan bra hitam transparan sehingga apa yang ada di baliknya terlihat membayang. Tak lama kemudian ia sudah menemuiku di ruang tamu. Kita ke kamar yuk!” ajaknya.Akhirnya setelah tercapai kesepakatan, singkat cerita kami sudah berada di dalam kamar hotel kumuh yang bertebaran di sana. Ia menoleh sambil menghentikan langkahnya. Kuisap putingnya dan sesekali kugigit belahan dadanya.“Ssshh.. Tuh kan kalau sudah mandi badan jadi seger!” katanya. Sesekali aku menyedotnya dengan keras.




















