“Bisnis,” Chie mendesah. Bokep Japan Egois.”
Tuduhan itu membuatku terdiam. Nyaris saja kopi susu itu keluar dari mulutku dan membasahi foto copy makalah di atas meja. Dan kubiarkan Jay larut dalam lamunannya. Chie melambaikan tangannya dari atas balkon. Aku bukanlah seorang bodoh yang tak bisa membedakan perawan dengan tante-tante. “Ah.. “Ah.. Betapa aku menikmati ketakjuban perasaan yang dibawanya. Selalu seperti ini.Rumah Chie terlihat sedikit gelap. “Aku juga, Chie. “Chie, jangan!”
Chie mendesah. Siapa coba?”
Kudengar tawa Jay beriring tawaku sendiri. “Chie..”
“Aku sayang kamu, Ray.”Kuterlentangkan tubuhnya, kuciumi buah dadanya yang telanjang, menikmati gesekan kemaluan kami yang beradu. Tapi bukan Chie. Erangan dan desahan nafas kami terdengar memenuhi ruangan. Perkenalan kami sangat singkat, namun dari tatapan mata masing-masing aku dan dia langsung menyelami arti sebuah keakraban. Karena bagiku Chie tak lebih dari sekedar bunga mawar yang jingga di antara kumpulan bunga-bunga mawar merah di kebunku.




















