Itu cuma dugaanku. Malam semakin larut. Bokep China Beberapa di antara mereka malah lebih menakutkan daripada hantu-hantu yang bergentayangan di rumah-rumah tua. Dia punya usaha untuk hidup. Anak laki-laki itu juga ikutan merokok. “Sudah dapat banyak?”
“Belum. Beberapa orang lainnya menghakimi supir mobil, menghajarnya hingga biru-biru, termasuk mobilnya yang dibikin tambah penyok. Astaga. Meskipun hujan membuatku gigil, atau panas yang datang tak tanggung-tanggung. Aih, kalimat ini mengingatkanku pada Hujan Bulan Juni milik Sapardi. Malam itu tidak hujan tapi bau aspal basah karena hujan tadi sore masih menguar. “Woi!” teriak salah satu anak dari gerombolan itu dengan kasar. Ketika hujan datang, aku membasah. “Sudah dapat banyak?”
“Belum. Aku tahu anak itu pasti bekerja di malam begini karena suatu keperluan yang mendesak, atau itu memang pekerjaannya demi membantu biaya sekolah. Aku memang tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Dari balik kaca mobil, seorang lelaki melemparkan jari tengahnya ke arah lelaki berjaket jins. Dia punya usaha untuk hidup.




















