Setelah penumpang turun semua saya masuk kerumah makan dan Wati ikut dengan memegang tangan saya. Bokep Mama Tak lama Wati datang dengan membawa tas plastik hitam, aku sapa:
“Beli oleh-oleh ya?”. “Yaaah nanti dicoba saja dan harus bisa, kan koko lihai dalam hal begituan ” katanya sambil ketawa. “Saya percaya kalau Wati bersungguh-sungguh tidak berbohong, jadi saya ikut terharu juga” sahuntuku. “Katanya ibu sebab anak saya ikut ibu saya sakitnya muntah dan berak jadi sampai diinfus segala”. Pekerjaan tanganku terhenti saat semua penumpang mulai masuk mobil.Begitu mobil mulai melaju ke Cirebon dan semua penumpang bersiap untuk tidur, maka akupun mengambil posisi tidur dengan kepala dipangkuannya Wati, sedang Wati membuka kancing jasnya seraya menaikkan kaos putihnya dan mengambil posisi tanganya berpegang pd sandaran kursi depannya dan tubuh serta kepalanya menunduk agar puting buah dadanya agak turun untuk dekat dengan muluntuku.











