Ayo kita makan, kebetulan Bunda belum makan siang.” Ajak Bunda sembari merangkul bahuku. Beliau nitipin kamu ke Bunda. Bokep SMA Bedanya, mereka bukan lagi mengagumi ketampananku, melainkan sedang menertawakanku.“Aduh, telingaku sakit, Nit.” protesku sambil berusaha melepaskan tangannya yang masih saja menjewerku.“Biarin, biar sekalian telinganya copot!” sahut Nita tanpa mempedulikan rintihan dan ringisanku.Emmmm…. Tadi disuruh Bunda pulang untuk ngaterin koper kekantor papa. Dan tak terasa karena rasa kantuk telah menyelimutiku aku pun tertidur di sofa ruang tamu rumah Nita. Jadi selesai kamu nganterin Nita servis mobil kita bisa pergi ke konser.” tiba-tiba Nina menyahut sambil tersenyum manis kepadaku namun raut mukanya sangat sulit untuk kugambarkan.“Kan abis servis mobil, kita mau ke acara ulang tahun kakak sepupumu di Malang.” sahut Nita, kali ini sama dengan Nina dia juga terseyum manis kepadaku, namun raut mukanya sama dengan Nina sangat sulit untuk kugambarkan.Ditambah lagi kali ini dia berpindah dari yang sebelumnya mecubit perutku kali ini mencubit pahaku dengan sangat keras.“Aaaadu….” erangku kesakitan.“Kenapa, Bram?” tanya




















